RSS
Write some words about you and your blog here
Ada 4 (Empat) hal Fundamental dalam membangun KEKUATAN FINANSIAL secara INSTANT yang berpotensi menjadi kekuatan yang berlipat-lipat dengan sendirinya, dengan energi yang jauh lebih sedikit untuk menghasilkan hasil yang jauh lebih besar, apa itu?

Mari kita lihat satu per satu dari ke- 4 (Empat) nya:

1. Cash flow
2. Leverage
3. Scientific Advertising
4. Modeling a mentor

1. Cash flow

Cash flow sederhananya adalah beda antara INCOME (Pendapatan) dengan PENGELUARAN. Beda keduanya disebut PROFIT jika positif selisihnya, dan sebaliknya disebut RUGI jika negative hasilnya.

Artinya cukup sederhana ya, namun begitu diabaikan dampaknya bisa sangat luar biasa berpengaruh dalam perjalanan baik sebagai individu maupun perjalanan sebuah perusahaan yang sedang dijalankan.

Diantara kita semua akan mengatakan sama-sama menginginkan PENDAPATAN yang jauh lebih besar daripada Pengeluaran, namun tidak sedikit pula faktanya keinginan dengan kenyataan berbeda 180 derajat, banyak orang yang “besar pasak daripada tiang”, bahkan bisa jadi hal ini tanpa disadari sehari-hari. Apakah anda mengalaminya sendiri?

Baik, mari kita lihat berbagai faktor dan alasan yang bisa menjadi penyebabnya, kebanyakan ini lebih banyak karena keinginan yang jauh lebih besar daripada pendapatan yang diterima setiap bulannya, model seperti ini banyak sekali contohnya dimasyarakat, mulai dari Pegawai Negeri Sipil dengan pendapatan pas-pas-an sampai ke Professional bergaji puluhan juta setiap bulannya, keduanya bisa mengalami permasalahan yang kurang lebih sama, yaitu tidak bisa menghasilkan PROFIT yang jauh lebih besar, malah terjebak dengan terus menerus memperbesar jumlah HUTANG atau TAGIHAN yang dari ke hari semakin merongrong sendi-sendi kehidupan, jauh dari KEMERDEKAAN FINANSIAL yang diharapkan.

Kasus lain bisa terjadi disebuah Perusahaan, mulai dari kelas UKM sampai dengan Perusahaan Besar. Semakin besar organisasi perusahaan, semakin kompleks pula permasalahan yang dihadapi, dan hal mendasar yang seringkali dilupakan tetap sama yakni POSITIVE CASH FLOW, tidak ada tools yang baik yang dapat dijadikan “alat ukur”, seringkali menjadi penyebab kehancuran sebuah Perusahaan.

Sekarang pertanyaan besarnya adalah, darimana kita bisa menghasilkan Cash Flow yang terus menerus menunjukan trend POSITIF dari hari ke hari, minggu ke minggu, dari tahun ke tahun dan terus begitu seterusnya yang terjadi?

“MOST CASH FLOW IS CREATED BY SELLING A PRODUCT OR SERVICE!”

Ada 4 (empat) langkah mudah untuk bisa melakukannya layaknya seperti menggunakan “Remote Control”, antara lain:

1) Biarkan Orang Lain yang menjualkan Produk kita dan kita bisa memperoleh ROYALTI dari sini. Berbagai macam cara bisa dilakukan antara lain salahsatunya adalah dengan menjadi Penulis Buku misalnya, atau menjual ide-ide yang tidak membutuhkan banyak modal dan biarkan orang lain yang memodali sendiri untuk memberikan keuntungan bersama.

2) Gunakan Tenaga Sales dengan sistem komisi sesuai dengan penjualan Produk kita.

3) Menjual Produk ke toko-toko Ritel disekitar lingkungan atau menjual produk melalui saluran-saluran alternatif lainnya, misalnya via Internet, via jasa Delivery Order, dan lain-lain yang bisa dikembangkan dengan cara-cara sederhana disesuaikan dengan kondisi lapangan yang ada.

4) Menjual dengan menggunakan “Scientific Advertising”.(akan dibahas di segmen berikutnya)


2. Leverage (Daya Ungkit)

Hal mendasar lainnya setelah dapat menghasilkan Positif Cash Flow diatas adalah bagaimana mendaya gunakan nya agar memperoleh pencapaian-pencapaian yang jauh lebih besar, jauh lebih banyak dengan energi yang sama bahkan dengan energi yang jauh lebih sedikit. Mari kita tanyakan pada diri kita masing-masing:

• Bagaimana mendapatkan Bisnis Bekerja tanpa kehadiran kita?
• Bagaimana mendapatkan orang lain bekerja, tanpa pengaruh konstan dari kita?
• Bagaimana membuat sistem dibisnis kita bisa terduplikasi 5.000 kali dimana 5000 unit tadi berjalan dengan baik seperti halnya yang pertamakali telah berjalan sukses?
• Bagaimana caranya memiliki Bisnis dan kita tetap bisa merasa BEBAS melakukan hal lain?
• Bagaimana caranya menghabiskan banyak waktu untuk yang saya CINTAI dibandingkan dengan apa yang saya mau kerjakan?

Ada kutipan menarik dari Robert Louis Stevenson: “EVERYONE LIVES BY SELLING SOMETHING”

Faktanya semua diantara kita ini melakukan hal yang sama, yaitu “MENJUAL”, mulai dari Tukang Sapu sampai Tukang Kayu, mulai dari Guru sampai Dokter semuanya melakukan hal yang sama, yaitu “MENJUAL”, Tukang Sapu menjual tenaga yang dimiliki, Guru menjual kemampuan mengajar, Dokter menjual keahlian mengobati dan hal yang sama berlaku di profesi lainnya, apakah itu pelawak, model, penyanyi, pemain sepakbola sampai presiden dan menteri dituntut hal yang sama yaitu bisa “MENJUAL”.
Pertanyaannya adalah: “Berapa yang diperoleh katakanlah 1 (satu) jam dari pekerjaan “MENJUAL” tadi?
Masalahnya, semua diantara kita mengalami waktu yang sama selama 24 Jam! Itu batasan waktu kita bisa ‘menjual’.

Solusinya adalah Kita membutuhkan sebuah LEVERAGE! atau Daya Ungkit.

Tanyakan kembali pada diri kita masing-masing:

• Bagaimana caranya MENDUPLIKASI diri kita sebanyak mungkin dalam satu waktu. Ada berbagai cara salahsatunya adalah dengan “faktor kali”, misalnya saja, jika saya katakanlah memiliki sebuah counter seluler dengan keuntungan ‘hanya’ 3 juta/bulan, Dengan “faktor kali”, misalnya katakanlah dengan saya membuka 10 cabang dengan keuntungan rata-rata sama, maka akan dihasilkan 30 juta/bulan, maka faktor kali sudah menjadi salahsatu LEVERAGE usaha saya.
• Bagaimana caranya melipatgandakan usaha kita, melipatgandakan waktu kita, dan bagaimana melipatgandakan energi kita?


3. Scientific Advertising

Ada 4 (Empat) hal yang bisa dilakukan untuk memperoleh ‘market’ dengan cara yang sederhana:

• Lakukan ‘test and measure’
Lakukan lah beberapa test kecil dalam menjaring ‘market’, dan lakukan pengukuran terhadap keberhasilan test tersebut. Setelah terukur dan mendapatkan cara yang tepat maka langkah berikutnya adalah duplikasikan cara tersebut.
• Duplicate!
Duplikasikan cara efektif hasil dari ‘test and measure’ diatas berulang-ulang, ini seperti saya menemukan cara memancing yang ‘pas’ sehingga memancing ikan kedua, ketiga dan selanjutnya bukan pekerjaan yang sulit untuk dilakukan berulang-ulang
• Salesman Multiplied
Bagaimana caranya ‘memperoleh’ salesman dalam jumlah besar dan tanpa perlu dibayar? Salahsatu cara yang saya telah lakukan sendiri adalah bagaimana Search Engine seperti Google dan Yahoo dapat memberikan tampilan pertama untuk website yang kita telah buat berdasarkan kategori produk atau informasi yang ingin disampaikan kepada jutaan calon pelanggan.
• Database Prospect
Database para pelanggan, calon pelanggan, mitra bisnis, bahkan pertemanan perlu disusun dan dijaga, kepercayaan adalah inti sebuah usaha, hanya dari kepercayaan bisa muncul berbagai macam usaha yang bisa dikembangkan terus menerus. Modal utama dalam sebuah usaha adalah KEPERCAYAAN, percayalah bukan modal uang, bukan pula modal asset lainnya yang dapat mempertahankan sebuah usaha. Maka bangunlah kepercayaan itu!


4. Modeling a Mentor

Carilah mentor untuk keberhasilan usaha dengan cara yang lebih mudah, mentor bisa dalam bentuk apapun, apakah itu kepada orang yang telah berhasil dalam bidang usaha yang akan digeluti, mentoring dari buku-buku inspirasi, mentoring dengan kelompok aliansi Mastermind, kelompok perkumpulan dari orang-orang yang saling men-support, kelompok yang membangun lingkaran positif antara satu dengan yang lainnya. Mentor juga kita bisa cari dari dalam diri kita sendiri, dari KEKUATAN yang telah dimiliki, yakinlah hanya kita yang tahu dimana Kekuatan itu dan yakinlah bahwa KEKUATAN itu yang akan selalu membimbing kemana arah kita melangkah.

pakan kambing

JENIS PAKAN
1) Hijauan Segar
Hijauan segar adalah semua bahan pakan yang diberikan kepada ternakdalam bentuk segar, baik yang dipotong terlebih dahulu (oleh manusia) maupun yang tidak (disengut langsung oleh ternak). Hijauan segar umumnya terdiri atas daun-daunan yang berasal dari rumput-rumputan, tanaman bijibijian/jenis kacang-kacangan.

Rumput-rumputan merupakan hijauan segar yang sangat disukai ternak, mudah diperoleh karena memiliki kemampuan tumbuh tinggi, terutama di daerah tropis meskipun sering dipotong/disengut langsung oleh ternak sehingga menguntungkan para peternak/pengelola ternak. Hijauan banyak mengandung karbohidrat dalam bentuk gula sederhana, pati dan fruktosa yang sangat berperan dalam menghasilkan energi.

a. Rumput-rumputan
Rumput Gajah (Pennisetum purpureum), rumput Benggala (Penicum maximum), rumput Setaria (Setaria sphacelata), rumput Brachiaria(Brachiaria decumbens), rumput Mexico (Euchlena mexicana) dan rumput lapangan yang tumbuh secara liar.
b. Kacang-kacangan
Lamtoro (Leucaena leucocephala), stylo (Sty-losantes guyanensis), centro (Centrocema pubescens), Pueraria phaseoloides, Calopogonium muconoides dan jenis kacang-kacangan lain.
c. Daun-daunan
Daun nangka, daun pisang, daun turi, daun petai cina dll.
2) Jerami dan hijauan kering
Termasuk kedalam kelompok ini adalah semua jenis jerami dan hijauan pakan ternak yang sudah dipotong dan dikeringkan. Kandungan serat kasarnya lebih dari 18% (jerami, hay dan kulit biji kacang-kacangan).
3) Silase
Silase adalah hijauan pakan ternak yang disimpan dalam bentuk segar biasanya berasal dari tanaman sebangsa padi-padian dan rumput-rumputan.
4) Konsentrat (pakan penguat)
Contoh: dedak padi, jagung giling, bungkil kelapa, garam dan mineral.

MANFAAT PAKAN
1) Sumber energi
Termasuk dalam golongan ini adalah semua bahan pakan ternak yang kandungan protein kasarnya kurang dari 20%, dengan konsentrasi serat kasar di bawah 18%. Berdasarkan jenisnya, bahan pakan sumber energi dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu:
a. Kelompok serealia/biji-bijian (jagung, gandum, sorgum)
b. Kelompok hasil sampingan serealia (limbah penggilingan)
c. Kelompok umbi (ketela rambat, ketela pohon dan hasil sampingannya)
d. Kelompok hijauan yang terdiri dari beberapa macam rumput (rumput
gajah, rumput benggala dan rumput setaria).
2) Sumber protein
Golongan bahan pakan ini meliputi semua bahan pakan ternak yang mempunyai kandungan protein minimal 20% (berasal dari hewan/tanaman).
Golongan ini dibedakan menjadi 3 kelompok:
a. Kelompok hijauan sebagai sisa hasil pertanian yang terdiri atas jenis daun-daunan sebagai hasil sampingan (daun nangka, daun pisang, daun ketela rambat, ganggang dan bungkil)
b. Kelompok hijauan yang sengaja ditanam, misalnya lamtoro, turi, kaliandra, gamal dan sentero
c. Kelompok bahan yang dihasilkan dari hewan (tepung ikan, tepung tulang
dan sebagainya).
3) Sumber vitamin dan mineral
Hampir semua bahan pakan ternak, baik yang berasal dari tanaman maupun
hewan, mengandung beberapa vitamin dan mineral dengan konsentrasi sangat bervariasi tergantung pada tingkat pemanenan, umur, pengolahan, penyimpanan, jenis dan bagian-bagiannya (biji, daun dan batang). Disamping itu beberapa perlakuan seperti pemanasan, oksidasi dan penyimpanan terhadap bahan pakan akan mempengaruhi konsentrasi kandungan vitamin dan mineralnya. Saat ini bahan-bahan pakan sebagai sumber vitamin dan mineral sudah tersedia di pasaran bebas yang dikemas khusus dalam rupa bahan olahan yang siap digunakan sebagai campuran pakan, misalnya premix, kapur, Ca2PO4 dan beberapa mineral.

PEDOMAN TEKNIS PEMBUATAN/PENGOLAHAN
Kebutuhan Pakan

Kebutuhan ternak terhadap pakan dicerminkan oleh kebutuhannya terhadap
nutrisi. Jumlah kebutuhan nutrisi setiap harinya sangat bergantung pada jenis ternak, umur, fase (pertumbuhan, dewasa, bunting, menyusui), kondisi tubuh (normal, sakit) dan lingkungan tempat hidupnya (temperatur, kelembaban nisbi udara) serta bobot badannya. Maka, setiap ekor ternak yang berbeda kondisinya membutuhkan pakan yang berbeda pula.

Rekomendasi yang diberikan oleh Badan Penelitian Internasional (National Research Council) mengenai standardisasi kebutuhan ternak terhadap pakan
dinyatakan dengan angka-angka kebutuhan nutrisi ternak ruminansia. Rekomendasi tersebut dapat digunakan sebagai patokan untuk menentukan
kebutuhan nutrisi ternak ruminansia, yang akan dipenuhi oleh bahan-bahan
pakan yang sesuai/bahan-bahan pakan yang mudah diperoleh di lapangan.

Konsumsi Pakan
Ternak ruminansia yang normal (tidak dalam keadaan sakit/sedang berproduksi), mengkonsumsi pakan dalam jumlah yang terbatas sesuai dengan kebutuhannya untuk mencukupi hidup pokok. Kemudian sejalan dengan pertumbuhan, perkembangan kondisi serta tingkat produksi yang dihasilkannya, konsumsi pakannya pun akan meningkat pula. Tinggi rendah konsumsi pakan pada ternak ruminansia sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal (lingkungan) dan faktor internal (kondisi ternak itu sendiri).
a) Temperatur Lingkungan
Ternak ruminansia dalam kehidupannya menghendaki temperatur lingkungan yang sesuai dengan kehidupannya, baik dalam keadaan sedang berproduksi maupun tidak. Kondisi lingkungan tersebut sangat bervariasi dan erat kaitannya dengan kondisi ternak yang bersangkutan yang meliputi jenis ternak, umur, tingkat kegemukan, bobot badan, keadaan penutup tubuh (kulit, bulu), tingkat produksi dan tingkat kehilangan panas tubuhnya akibat
pengaruh lingkungan.

Apabila terjadi perubahan kondisi lingkungan hidupnya, maka akan terjadi pula perubahan konsumsi pakannya. Konsumsi pakan ternak biasanya menurun sejalan dengan kenaikan temperatur lingkungan. Makin tinggi temperatur lingkungan hidupnya, maka tubuh ternak akan terjadi kelebihan
panas, sehingga kebutuhan terhadap pakan akan turun. Sebaliknya, pada temperatur lingkungan yang lebih rendah, ternak akan membutuhkan pakan
karena ternak membutuhkan tambahan panas. Pengaturan panas tubuh dan
pembuangannya pada keadaan kelebihan panas dilakukan ternak dengan cara radiasi, konduksi, konveksi dan evaporasi.
b) Palatabilitas
Palatabilitas merupakan sifat performansi bahan-bahan pakan sebagai akibat
dari keadaan fisik dan kimiawi yang dimiliki oleh bahan-bahan pakan yang dicerminkan oleh organoleptiknya seperti kenampakan, bau, rasa (hambar, asin, manis, pahit), tekstur dan temperaturnya. Hal inilah yang menumbuhkan daya tarik dan merangsang ternak untuk mengkonsumsinya.
Ternak ruminansia lebih menyukai pakan rasa manis dan hambar daripada asin/pahit. Mereka juga lebih menyukai rumput segar bertekstur baik dan mengandung unsur nitrogen (N) dan fosfor (P) lebih tinggi.
c) Selera
Selera sangat bersifat internal, tetapi erat kaitannya dengan keadaan “lapar”. Pada ternak ruminansia, selera merangsang pusat saraf (hyphotalamus) yang menstimulasi keadaan lapar. Ternak akan berusaha mengatasi kondisi ini dengan cara mengkonsumsi pakan. Dalam hal ini, kadang-kadang terjadi kelebihan konsumsi (overat) yang membahayakan ternak itu sendiri.
d) Status fisiologi
Status fisiologi ternak ruminansia seperti umur, jenis kelamin, kondisi tubuh
(misalnya bunting atau dalam keadaan sakit) sangat mempengaruhi konsumsi pakannya.
e) Konsentrasi Nutrisi
Konsentrasi nutrisi yang sangat berpengaruh terhadap konsumsi pakan adalah konsentrasi energi yang terkandung di dalam pakan. Konsentrasi energi pakan ini berbanding terbalik dengan tingkat konsumsinya. Makin tinggi konsentrasi energi di dalam pakan, maka jumlah konsumsinya akan menurun. Sebaliknya, konsumsi pakan akan meningkat jika konsentrasi energi yang dikandung pakan rendah.
f) Bentuk Pakan
Ternak ruminansia lebih menyukai pakan bentuk butiran (hijauan yang dibuat pellet atau dipotong) daripada hijauan yang diberikan seutuhnya. Hal ini berkaitan erat dengan ukuran partikel yang lebih mudah dikonsumsi dan dicerna. Oleh karena itu, rumput yang diberikan sebaiknya dipotong-potong
menjadi partikel yang lebih kecil dengan ukuran 3-5 cm.
g) Bobot Tubuh
Bobot tubuh ternak berbanding lurus dengan tingkat konsumsi pakannya.
Makin tinggi bobot tubuh, makin tinggi pula tingkat konsumsi terhadap pakan. Meskipun demikian, kita perlu mengetahui satuan keseragaman berat badan ternak yang sangat bervariasi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengestimasi berat badannya, kemudian dikonversikan menjadi “berat badan metabolis” yang merupakan bobot tubuh ternak tersebut. Berat badan ternak dapat diketahui dengan alat timbang. Dalam praktek di lapangan, berat badan ternak dapat diukur dengan cara mengukur panjang badan dan lingkar dadanya. Kemudian berat badan diukur dengan menggunakan formula: Berat badan = Panjang badan (inci) x Lingkar Dada2 (inci) / 661
Berat badan metabolis (bobot tubuh) dapat dihitung dengan cara meningkatkan berat badan dengan nilai 0,75
Berat Badan Metabolis = (Berat Badan)0,75
h) Produksi
Ternak ruminansia, produksi dapat berupa pertambahan berat badan (ternak
potong), air susu (ternak perah), tenaga (ternak kerja) atau kulit dan bulu/wol. Makin tinggi produk yang dihasilkan, makin tinggi pula kebutuhannya terhadap pakan. Apabila jumlah pakan yang dikonsumsi (disediakan) lebih rendah daripada kebutuhannya, ternak akan kehilangan berat badannya (terutama selama masa puncak produksi) di samping performansi produksinya tidak optimal.

Kandungan Nutrisi Pakan Ternak

Setiap bahan pakan atau pakan ternak, baik yang sengaja kita berikan kepada ternak maupun yang diperolehnya sendiri, mengandung unsur-unsur nutrisi yang konsentrasinya sangat bervariasi, tergantung pada jenis, macam dan keadaan bahan pakan tersebut yang secara kompak akan mempengaruhi tekstur dan strukturnya. Unsur nutrisi yang terkandung di dalam bahan pakan secara umum terdiri atas air, mineral, protein, lemak, karbohidrat dan vitamin. Setelah dikonsumsi oleh ternak, setiap unsur nutrisi berperan sesuai dengan fungsinya terhadap tubuh ternak untuk mempertahankan hidup dan berproduksi secara normal. Unsur-unsur nutrisi tersebut dapat diketahui melalui proses analisis terhadap bahan pakan yang dilakukan di laboratorium. Analisis itu dikenal dengan istilah “analisis proksimat”.